Senin, 23 Januari 2017

Contoh Makalah Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar

BAYMAX02.NET - Makalah merupakan hal yang tidak asing lagi bagi para pelajar, karena itu merupakan tugas yang sering di berikan dari bapak dan ibu guru. Makalah merupakan karya tulis ilmiah yang di tuangkan ke bentuk tulisan, lengkap dengan penjelasan dan faktor pendukung hasil penelitiannya. Maka dara pada itu pada saat pembuatan makalah kita harus bisa teliti dengan mengecek lagi setelah selesai membuatnya. Banyak para siswa dan mahasiswa yang masih kebungungan dalam membuat malah Indonesia yang baik dan benar.
Contoh Makalah
Contoh Makalah Bahasa Indonesia
Sebuah makalah hanya fokus dalam satu hal dimana mencangkup ruang hidup pemasalahan. Maka dari pada itu kita harus bisa menganalisis satu hal tersebut agar makalah yang kita buat bisa kita mengerti dan bisa di pertanggung jawabkan. Namun makalah menjadi para siswa dan mahasiswa menjadi beban terhadap dirinya dan mereka pun mengambil jalan pintas dengan meminta bantuan orang lain atau ke penerima jasa pembuatan makalah. 

Bagian-bagian dasar sebuah makalah
  1. Cover
  2. Kata penghantar
  3. Daftar isi
  4. Bab I : Pendahuluan
  5. Bab II : Isi
  6. Bab III : Penutup
  7. Daftar pustaka
  8. Lampiran
Jangan pernah untuk meninggalkan budaya kita dalam menulis dan berkarya, karena dengan hal-hal itu menciptakan anda menjadi orang yang kreatif dan dapat berguna bagi yang lainnya.  Untuk itu makalah harus memperhatikan format dan susunan yang sesuai dengan ketentuan. Berikut Contoh Makalah Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar 

KATA PENGANTAR 

       Mari panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Tidak lupa shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah menjadi pembimbing kami.  Makalah ini penulis susun berdasarkan tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia yang berjudul “Bahaya Narkoba Bagi Remaja Indonesia”. Makalah ini bersisi tentang pengertian, macam-macam, dan bahaya Narkoba. Penyusunan makalah ini salah satunya bertujuan memberi informasi kepada para remaja tentang bahaya Narkoba.
       Dalam pembuatannya penulis mendapat banyak bantuan dari beberapa pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Allah, yang selalu dan senantiasa melimpahkan rahmat karunia-Nya. Karena jika tidak, penulis tidak akan mungkin bisa menyelesaikan  karya tulis ilmiah ini.
4. Dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia yang sudah mebimbing dan telah memberikan materi, sehingga penulis memiliki tambahan bahan dalam penulisan makalah.
5. Kedua orang tua penulis, teman,  dan orang lain yang bersangkutan, sehingga penulis menyelesaikan makalah ini,
       Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua khusunya para remaja dan pelajar. Penyusun juga meminta maaf apabila banyak kesalahan dalam penyusunan makalah ini.


Penulis,

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................
DAFTAR ISI....................
BAB I PENDAHULUAN....................
A. Latar Belakang....................
B. Tujuan....................
C. Rumusan Masalah....................
BAB II PEMBAHASAN....................
A. Pengertian Narkoba....................
B. Macam – Macam Narkoba....................
C. Faktor yang Mendorong....................
D. Bahaya Narkoba....................
E. Penyelesaian atau Solusi....................
BAB III PENUTUP....................
A. Kesimpulan....................
B. Saran....................
DAFTAR PUSTAKA...................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
   Narkoba merupakan sebuah Bahan Adiktif yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan ras sakit. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah Napza yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah napza biasanya lebih banyak dipakai oleh para petugas kesehatan. Akan tetapi pada intinya semua sebutan narkoba sama saja.
       Menurut UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan”.
      Sebenarnya Narkoba itu adalah obat legal yang digunakan pada dunia kedokteran, namun obat ini banyak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan remaja tidak sedikit yang menggunakan narkoba. Banyak dari mereka yang menggunakan Narkoba dengan alasan untuk kesenangan batin, namun sayangnya mereka tidak mengetahui bahaya narkoba. Maka dari pada itu selain menyelesaikan tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia, penulis menyusun makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi khususnya remaja tentang betapa bahayanya Narkoba bagi diri kita.

B. Tujuan
       Penggunaan narkoba di kalangan generasi muda yang modern ini kian meningkat. Perilaku remaja inilah yang menyebabkan identitas negara kita dimata dunia menjadi jelek dan mengecewakan. Karena pemuda sebagai generasi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Generasi muda yang dikenal tangguh dan cerdas kini hanya akan tinggal sebuah kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja yang kondisinya sangat memiriskan. Makalah ini bertujuan:
1. Sebagai pengetahuan umum bagi para remaja tentang bahayanya sebuah narkoba bagi dirinya
2. Sebagai sebuah refrensisehingga para remaja itu bisa mengerti tentang jenis-jenis narkoba
3. Menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia

C. Rumusan Masalah
       Penulis membuat makalah ini dengan rancangan pertanyaan-pertayaan yang bisa menjawab bahaya dari sebuah Narkoba, diantaranya:
1. Apa pengertian dari Narkoba?
2. Ada berapa macam Narkoba?
3. Apa bahaya Narkoba untuk kita?
4. Bagaimana mengatasinya Narkoba?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Narkoba
      Narkoba merupakan singkatan dari (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya). Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah Napza yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah napza biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.
     Meskipun demikian, penting diketahui bahwa tidak semua jenis narkotika dan psikotropika dilarang penggunaannya. Karena cukup banyak pula narkotika dan psikotropika yang memiliki manfaat besar di bidang kedokteran dan untuk kepentingan pengembangan pengetahuan. Namun hal itu pengaturannya sangat ketat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
        Menurut UU No.22 Tahun 1997 dan UU No.5 Tahun 1997, narokba yang termasuk dalam Golongan I merupakan jenis zat yang dikategorikan illegal. Akibat dari status illegalnya tersebut siapapun yang memiliki, memproduksi, menggunakan, mendistribusikan atau mengedarkan narkotika dan psikotropika Golongan I dapat dikenakan pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

B. Macam – Macam Narkoba

1. Morfin
        Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupakan alkaloida utama dari opium (C17H19NO3). Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.
2. Codeina
         Codein termasuk garam turunan dari opium dan candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
3. Heroin (putaw)
       Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir – akhir ini. Heroin yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.
4. Methadon
       Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Sejumlah besar narkotik sintetik (opioid) telah dibuat, termasuk meperidine (Demerol), methadone (Dolphine), pentazocine (Talwin), dan propocyphene (Darvon). Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphine adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid. Nama popoler jenis opioid : putauw, etep, PT.
5. Demerol
      Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
6. Candu
       Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai “Lates”. Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung berbagai macam zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjual belikan dalam kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak, burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.

C. Faktor yang Mendorong
Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal.
Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini dan ini merupakan suasana hati menekan yang mendalam dalam diri remaja antara lain:

1) Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya
2) Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat.
3) Perubahan teknologi yang cepat.
4) Kaburnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral; (hal ini berarti perlu pembinaan Budi Pekerti – Akhlaq)
5) Meningkatnya waktu menganggur.
6) Ketidakseimbangan keadaan ekonomi misalnya kemiskinan, perbedaan ekonomi etno rasial, kemewahan yang membosankan dan sebagainya.
7) Menjadi manusia untuk orang lain.

D. Bahaya Narkoba

a. Menurut Efeknya
      Halusinogen, efek dari bahan ini bisa mengakibatkan bila dikonsumsi sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi berhalusinasi terhadap lingkunganya.
        Stimulan, efek dari narkoba ini bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat pecandu gembira ria
      Depresan, efek dari narkoba ini bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang hingga tak sadarkan dirinya
        Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak.

b. Menurut Jenisnya

Opioid:
  • depresi berat 
  • apatis 
  • banyak tidur 
  • pupil mata mengecil 
  • tekanan darah meningkat 
  • berkeringat dingin 
  • mual hingga muntah 
  • luka pada sekat rongga hidung 
  • kehilangan nafsu makan 
  • turunnya berat badan
Kokain:
  • denyut jantung bertambah cepat 
  • gelisah 
  • rasa gembira berlebihan 
  • rasa harga diri meningkat 
  • mudah berkelahi 
  • pendarahan pada otak 
  • penyumbatan pembuluh darah 
  • pergerakan mata tidak terkendali 
  • kekakuan otot leher
Ganja:
  • mata sembab 
  • kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair 
  • sering melamun 
  • pendengaran terganggu 
  • selalu tertawa 
  • terkadang cepat marah 
  • tidak bergairah 
  • gelisah 
  • dehidrasi 
  • tulang gigi keropos 
Ectasy:
  • berkeringat 
  • susah tidur 
  • kerusakan saraf otak 
  • dehidrasi 
  • gangguan liver 
  • tulang dan gigi keropos 
  • tidak nafsu makan 
  • saraf mata rusak
Shabu-shabu:
  • energik
  • paranoid 
  • sulit tidur 
  • sulit berfikir 
  • banyak bicara 
  • denyut jantung bertambah cepat 
  • pendarahan otak 
  • shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian
Benzodiazepin:
  • berjalan sempoyongan 
  • wajah kemerahan 
  • banyak bicara tapi cadel 
  • mudah marah 
  • konsentrasi terganggu 
  • kerusakan organ-organ tubuh terutama otak 
Jadi dapat disimpulkan apabila narkoba dikonsumsi Oleh:
a. Remaja
     Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
     Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

b. Pelajar
       Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.
      Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja adalah sebagai berikut:
- Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
- Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
- Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
- Sering menguap, mengantuk, dan malas,
- Tidak memedulikan kesehatan diri,
- Suka mencuri untuk membeli narkoba.

E. Penyelesaian atau Solusi
     Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu
1. Primer
Sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
2. Sekunder
Pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake) antara 1 – 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
3. Tersier
yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3 - 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
       Dari makalah di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa:
1) Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf seseorang
2) Narkoba adalah barang haram dan harus kita perangi bersama-sama
3) Menimbulkan dampak negatif yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis

B. Saran
      Sebaiknya kalangan remaja sekarang harus dibimbing diluar dan didalam agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkoba dan yang paling berperan penting disini ialah Orang Tua. Jika orang tua tidak peduli dengan pergaulan anaknya di lingkungan, maka sudah dipastikan anak tersebut akan terjerumus kedalam narkoba dan apabila sudah terjerumus maka akan sangat berbahaya bagi dirinya. Jika sudah terlalu lama dan ketergantungan terhadap narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh yang sehat akan rusak dan jika menggunakannya kelebihan akan menyebabkan overdosis. Penyembuhan ketergantungan dari narkoba sangat sulit dilakukan, karena penyembuhan tergantung dari semangat dalam dirinya untuk sembuh.

DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Luqman, 2008. Modul Dasar-Dasar Sosiologi&Sosiologi Kesehatan. Jakarta: PSKM FKK UMJ.
Kartono, Kartini, 1992. Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali.
Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan Ulani Yunus, 2007. Pencegahan Narkoba Sejak Usia Dini. Jakarta: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Nuradika Pradana Reeza, 2015. Bahaya Narkoba Bagi Remaja dan Pelajar. http://jogoyitnan-free.blogspot.com/2015/01/makalah-bahaya-narkoba-bagi-remaja-dan.html (Diakses 16 januari 2015)
Shadily, Hassan, 1993. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
Soekanto, Suryono, 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persuda

Jika anda merasa artikel di atas bermanfaat bagi kalian jangan lupa untuk merekomendasikan artikel ini ke lainya. Jangan pernah takut untuk menulis karena berkarya lebih baik dari pada hanya berdiam diri. Semoga Contoh Makalah Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar dapat membantu anda dalam menyelesaikan tugas dan terima kasih atas kunjungannya ke baymax02.net.

Contoh Makalah Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rifki Fathurrahman
 

Top