Sabtu, 11 Februari 2017

Pengertian, dan Ciri-Ciri Budaya Parokial Lengkap

BAYMAX02.NET - Dalam sebuah negara membutuhkan politik yang nantinya untuk melakukan sistem pemerintahan dan salah satu cabangnya adalah budaya politik. Mungkin kalian bingung dengan budaya politik bukan ? Budaya politik merupakan suatu pola perilaku masyarakat dalam bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat dan norma kehidupan yang dihayati oleh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga bisa bermakna sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama-sama dan menentukan kebijakan publik untuk seluruh masyarakat. Sebenarnya pengertian budaya politik berbeda-beda menurut para ahli yang mengkaji hal ini, namun inti yang definisikan memiliki perbedaan yang tidak terlalu besar dengan pemahaman yang sama. Menurut Gabriel A Almond, budaya politik dapat digolongkan menjadi tiga bagian, antara lain budaya politik parokial, budaya politik partisipan, dan budaya politik kaula. Pada kesempatan kali ini kami akan fokus dalan membahas budaya parokial.
Budaya Parokial
Pengertian dan Ciri-ciri Budaya Parokial

Bagian-bagian Budaya Politik :
Secara umum budaya politik terbagi atas tiga :
1.   Budaya politik apatis (masa bodoh, acuh dan pasif)
2.   Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi)
3.   Budaya politik partisipatif (aktif)

Budaya Politik Parokial
Budaya politik parokial merupakan udaya politik yang mempunyai tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Mereka lebih mengidentifikasikan dirinya dengan perasaan lokalitas dan tidak mempunyai rasa kebanggaan terhadap sistem politik yang mereka anut. Mereka tidak peduli terhadap apa yang terjadi pada sistem politik namun mereka masih memiliki rasa perhatian hanya saja malas untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan sistem politik ini. Pada budaya politik ini tidak muncul perasaan kompetensi dan keberdayaan politik ketika sedang berhadapan dengan institusi-institusi politik. Dengan timbulnya perasaan tersebut menyebabkan sulitnya dalam membangun demokrasi di budaya parokial. 

Ciri-ciri Budaya Politik Parokial :
  • Tidak peduli dan menarik diri dari kehidupan politik
  • Pengetahuan tentang politik rendah
  • Masyarakatnya cenderung tidak menaruh minat terhadap objek politik yang luas
  • Kesadaran anggota masyarakat akan adanya pusat kewenangan dan kekuasaan dalam masyarakatnya rendah
  • Apatis
  • Lingkupnya sempit dan kecil
  • Warga negaranya tidak terlalu berharap dengan sistem politik
  • Masyarakatnya sederhana dan tradisional
  • Tidak ada peranan politik yang bersifat khusus
Di Indonesia sendiri yang memiliki berbagai macam suku dan budaya ternyata masih memiliki budaya politik parokial dimana budaya ini terdapat pada sistem politik tradisional dan sederhana. Dengan ciri khas spesialisasinya masih rendah sehingga pelaku politiknya masih belum memiliki tugas. Contoh yang menganut budaya parokial adalah suku-suku tradisional yang berada di seluruh Indonesia, terutama suku yang belum tersentuh dengan teknologi modern. Biasanya terdapat di pedalaman-pedalaman hutan papua, kalimantan, dan sulawesi.

Demikian informasi mengenai "Pengertian, dan Ciri-Ciri Budaya Parokial Lengkap" yang bisa kalian simak dan semoga dengan informasi terserbut dapat menambah wawasan dan pengetahuan sahabat semuanya. Teruslah berpolitik dengan kaidah-kaidah yang sesuai agar tercipta integrasi nasional karena Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan juga budaya. Terima kasih atas kunjungannya di baymax2.net dan sampai jumpa di artikel yang lainnya. 

Pengertian, dan Ciri-Ciri Budaya Parokial Lengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rifki Fathurrahman
 

Top